Bukan Sekadar Soal Makan: Memahami Ketika Anak Mulai Berjuang dengan Tubuh dan Makanan
Menginjak usia remaja dan dewasa muda, anak mulai sering mengatakan dirinya gemuk, menghindari makan bersama keluarga, atau semakin banyak aturan soal makanan. Sebagai orangtua, jangan buru-buru menganggapnya hanya sebagai sebuah fase dari tahap kehidupan yang perlu dialami anak.
Sebagai orang tua, Bapak/Ibu mungkin pertama kali menyadari perubahan dari hal-hal kecil. Anak yang biasanya menikmati makan bersama keluarga mulai memilih-milih makanan. Ia semakin sering membicarakan berat badan atau bentuk tubuh, atau waktu makan yang dulu biasa saja kini menjadi sumber konflik.
Kekhawatiran orang tua pun muncul: “Apakah ini hanya soal pola makan, atau ada sesuatu yang lebih serius?”. Masalah makan bukan hanya tentang makanan. Kesulitan makan dan gangguan makan dapat berkaitan dengan banyak hal, termasuk cara anak memandang tubuhnya, kecemasan, kebutuhan untuk merasa memiliki kontrol, maupun tekanan dari lingkungan.
-Karena itu, tanda-tandanya tidak selalu terlihat dari berat badan.-
Anak bisa saja mengalami kesulitan meskipun secara fisik terlihat “baik-baik saja”. Perubahan perilaku dan emosi justru dapat muncul lebih dahulu, misalnya menjadi semakin tertutup, mudah marah, sangat takut berat badannya bertambah, merasa bersalah setelah makan, atau menghindari situasi yang berkaitan dengan makanan.
Satu perubahan tentu tidak langsung berarti anak mengalami gangguan makan. Namun demikian, jika beberapa perubahan muncul bersamaan dan mulai mengganggu kesehariannya, ini adalah alasan untuk lebih memperhatikan.
Jangan jadikan makanan sebagai pertarungan
Ketika khawatir, orang tua mungkin secara spontan mencoba mengontrol situasi:
“Pokoknya harus makan.”
“Kamu kan tidak gemuk.”
“Jangan aneh-aneh soal makanan.”
Niatnya tentu untuk membantu agar anak bisa berkembang dengan sehat. Meskipun demikian, anak mungkin justru merasa semakin tidak dipahami.
Cobalah mulai dengan rasa ingin tahu.
“Mama perhatikan akhir-akhir ini kamu kelihatan lebih khawatir soal makanan. Ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan?”
Percakapan tidak harus langsung menghasilkan solusi. Terkadang, hal pertama yang dibutuhkan anak adalah merasa aman untuk bercerita.
Orang tua juga membutuhkan dukungan
Ketika anak mengalami kesulitan, orang tua dapat ikut merasakan takut, bingung, marah, bahkan merasa bersalah.
“Apa saya salah mendidik anak?”
“Kenapa saya tidak menyadarinya lebih cepat?”
Perasaan tersebut wajar, tetapi orang tua tidak perlu menghadapinya sendirian.
Mencari bantuan profesional bukan berarti orang tua gagal. Justru meminta bantuan ketika mulai melihat sesuatu yang mengkhawatirkan merupakan bentuk kepedulian.
Lebih lanjut, yang tidak kalah penting, proses pemulihan tidak selalu berjalan lurus. Ada kemajuan, ada masa sulit, dan ada kalanya anak membutuhkan waktu lebih panjang dari yang kita harapkan.
Yang penting bukan memastikan semuanya langsung membaik, tetapi memastikan anak tidak merasa harus menghadapi semuanya sendirian.
Apa yang bisa dilakukan orang tua?
Mulailah dengan tiga hal sederhana:
Perhatikan (LOOK): Perubahan yang perlu diperhatikan bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagaimana anak merasa dan berperilaku akhir-akhir ini.
Dengarkan (LISTEN): Berikan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa langsung menghakimi atau memberikan solusi.
Cari bantuan (LINK): Jika kekhawatiran terus muncul atau mulai mengganggu kehidupan anak, konsultasikan dengan profesional yang sesuai.
Pada akhirnya, anak mungkin tidak membutuhkan orang tua yang selalu tahu harus berkata apa. Ia membutuhkan orang tua yang bersedia mengatakan:
“Aku mungkin belum sepenuhnya mengerti apa yang kamu alami, tapi aku melihat kamu sedang kesulitan. Kita cari bantuan bersama, ya.”
Karena dalam perjalanan pemulihan, kehadiran orang tua yang mau memahami bisa menjadi salah satu bentuk harapan yang paling berarti.
Penulis: Bernadette Samuel Suriadji, M.Psi., Psikolog
Referensi:
Guchait, A. (2026). Finding Hope in the Face of a Child’s Eating Disorder. Psychology Today.
Spotts-De Lazzer, A., & Mullaney, J. (2026). My Child Has an Eating Disorder: An Essential Guide for Parents of Kids, Teens, and Adults. Bloomsbury Academic & Professional.
Gorrell, S., Loeb, K. L., & Le Grange, D. (2019). Family-based treatment of eating disorders: A narrative review. Psychiatric Clinics of North America, 42(2), 193–204. Doi: 10.1016/j.psc.2019.01.004.
Datta, N., Matheson, B. E., Citron, K., Van Wye, E. M., & Lock, J. D. (2023). Evidence-based update on psychosocial treatments for eating disorders in children and adolescents. Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology, 52(2), 159–170.
UNICEF Armenia. (2022, April 15). How to provide psychological first aid. UNICEF Armenia.
Published at :