People Innovation Excellence

Tantangan Menghadapi Anak Gen Z di Era Digital

Generasi Z, merupakan sebutan bagi mereka yang lahir di tahun 1997-2012. Mereka yang lahir di generasi ini tumbuh besar di era digital yang serba cepat dan mudah. Akses tak terbatas pada gawai dan media sosial membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan mental mereka. Sebagai orang tua, penting untuk memahami dampak negatif dan cara mengatasinya. Berikut adalah dampak negatif dari penggunaan gawai dan media sosial yang perlu diperhatikan orang tua.

  1. Kecanduan

Sebuah studi menemukan bahwa 48% remaja mengalami kecanduan internet dan media sosial yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari (Poli, 2017). Banyaknya waktu yang dihabiskan anak untuk bermain di dunia maya dan mengakses media sosial  berpotensi menyebabkan penurunan produktivitas, masalah tidur, dan isolasi sosial. Hal ini menyebabkan tidak sedikit performa anak di dunia akademik terganggu karena kecanduan internet dan media sosial.

  1. Gangguan Perhatian

Banyaknya paparan konten digital yang konstan dapat memengaruhi kemampuan anak Gen Z untuk mempertahankan fokus dan berkonsentrasi (UNICEF, 2017). Besar kemungkinan hal ini memberi dampak negatif pada prestasi akademik dan perkembangan kognitif ank. Rentang perhatian anak menjadi pendek dan anak tidak terbiasa untuk tekun memperhatikan maupun berusaha menyelesaikan masalah.

  1. Harga Diri Rendah

Media sosial kerap memamerkan kehidupan sempurna, membuat anak Gen Z merasa tidak cukup dan mengembangkan harga diri rendah (Woods & Scott, 2016). Mereka seringkali membandingkan kondisi kehidupan sendiri dengan yang ditampilkan orang lain di media sosial. Meskipun banyak di antara mereka sudah menyadari bahwa kehidupan di media sosial seringkali tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Namun paparan konten dan kehidupan yang dibagikan orang lain tanpa disadari memengaruhi cara pandang dan penilaian mereka terhadap kehidupan sendiri. Anak lebih mudah merasa tidak puas akan kehidupan sehingga memicu depresi dan kecemasan pada diri anak.

  1. 4. Cyberbullying

Survei menunjukkan bahwa 59% remaja pernah menjadi korban cyberbullying (Patchin & Hinduja, 2019). Cyberbullying merupakan tindakan menyakiti atau mengintimidasi seseorang secara sengaja dan berulang kali melalui penggunaan komputer, ponsel, atau perangkat elektronik lainnya. Korban cyberbullying berpotensi mengalami masalah psikologis seperti trauma, kegelisahan, dan bahkan perilaku ekstrim seperti merusak diri sendiri.

Apa yang dapat dilakukan orangtua?

  • Tetapkan Batasan

Sebisa mungkin, atur aturan yang jelas mengenai waktu dan konten yang boleh diakses. Terapkan waktu bebas gadget (tidak boleh menggunakan gadget) seperti saat makan atau sebelum tidur.

  • Komunikasi Terbuka

Diskusikan dampak negatif gadget dan media sosial dengan anak. Dengarkan kekhawatiran mereka dan berikan solusi yang positif.

  • Kembangkan Minat Lain

Dorong anak untuk mengembangkan hobi dan aktivitas di luar gadget, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial.

  • Berikan Teladan

Batasi penggunaan gadget orang tua sendiri dan tunjukkan bagaimana menikmati kehidupan nyata tanpa tergantung pada dunia digital.

  • Cari Bantuan Profesional

Jika anak Anda mengalami masalah kesehatan mental serius, jangan ragu untuk mencari bantuan dari psikolog atau konselor.

Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak Gen Z menghidupi dunia digital dengan bijak. Dengan pengawasan dan pendampingan yang tepat, orang tua dapat meminimalkan dampak negatif dan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.

 

Referensi:

Poli, R. (2017). Internet addiction among Italian young people: a national study. International Journal of Adolescence and Youth, 22(4), 474-486.

UNICEF. (2017). Children in a Digital World. https://www.unicef.org/publications/files/SOWC_2017_ENG_WEB.pdf

Woods, H. C., & Scott, H. (2016). Sleepyteens: Social media use in adolescence is associated with poor sleep quality, anxiety, depression and low self-esteem. Journal of Adolescence, 51, 41-49.

Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2019). Summary of Our Cyberbullying Research (2004-2019). Cyberbullying Research Center. Tersedia : https://cyberbullying.org/summary-of-our-cyberbullying-research


Published at :

Periksa Browser Anda

Check Your Browser

Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

We're Moving Forward.

This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

  1. Google Chrome
  2. Mozilla Firefox
  3. Opera
  4. Internet Explorer 9
Close